Kisah Perdebatan Pemakaman Hasan Cucu Nabi Muhammad Saw

Kisah Perdebatan Pemakaman Hasan Cucu Nabi Muhammad Saw

Lights Islam - Cucu Nabi Muhammad, al-Hasan wafat disebabkan dampak toksin yang masuk ke badannya. Ketika akan disemayamkan, terjadi pembicaraan di mana ia akan dipendamkan, di antara bersama Nabi atau di penyemayaman Baqi dengan ibundanya, Fathimah.

Cucu Rasulullah merupakan cucu rasulullah yang dikhitan pada usia 7 hari adalah cucu rasulullah dikhitan pada umur, kisah hasan dan husein waktu kecil, hasan husein cucu nabi, nama cucu rasulullah hasan cucu nabi, hasan dan husein cucu rasulullah, cucu rasulullah saw, husein cucu rasulullah

Kisah Perdebatan Pemakaman Hasan Cucu Nabi Muhammad Saw
republika.co.id

Kisah Perdebatan Pemakaman Hasan Cucu Nabi Muhammad SAW


Diambil dari buku Hasan dan Husain the Untold Story kreasi Sayyid Hasan al-Husaini, Musawir as-Sa'di menjelaskan, di hari al-Hasan wafat, saya saksikan Abu Hurairah berdiri di Mushola Rasulullah sekalian menangis. Ia berseru dengan suara yang keras: "Wahai kalian, ini hari al-Hasan bin Ali, cucu kecintaan Rasulullah, sudah wafat. Karena itu menangislah kalian!" (Siyar A'lamin Nubala).

Di hari itu , al-Husain menjumpai Aisyah dan minta ijin untuk memendamkan kakaknya di dalam rumah Ummul Mukminin ini bersama Nabi. Aisyah selanjutnya berbicara: "Lakukan, dan itu ialah sebuah kemuliaan!" (Usdul Ghabah). Tetapi Marwan bin al-Hakam dan beberapa penganutnya menampik penyemayaman itu dengan kemampuan senjata. Andaikan bukan lantaran kemahalembutan Allah, dan peranan Abu Hurairah, salah seorang Teman dekat yang mulia, pasti terjadi pertumpahan darah antara golongan Muslimin.

Saat itu, Abu Hurairah berkhutbah di depan mereka: "Menurut kalian, andaikan mayat putra Nabi Musa dibawa untuk disemayamkan bersama ayahnya, lantas ada satu kelompok orang yang menghalangi pemakamannya, tidakkah mereka itu sudah melakukan perbuatan zalim padaya?".

"Ya", jawab mereka.

Abu Hurairah meneruskan: "Al-Hasan ialah cucu Nabi Allah, dan mayatnya sudah dibawa untuk disemayamkan
bersama kakeknya. Tetapi, satu kelompok orang usaha menghalanginya dengan alasan, bagaimanakah mungkin al-Hasan disemayamkan di dekat Nabi, sementara Utsman cuman disemayamkan di Baqi Gharqad?" (Tarikh Dimasyq).

Al-Husain benar-benar geram karena sikap Marwan dan beberapa penganutnya. Ia mengambil langsung senjata dan kumpulkan beberapa penganutnya. Menyaksikan itu, Abu Hurairah segera mendatanginya untuk memberikan saran. Abu Hurairah mengingatinya pada warisan al-Hasan, kakaknya. Abu Hurairah bahkan menekannya: "Bernama Allah, saya meminta kepadamu, ingat-ingatlah warisan kakakmu. Benar-benar, mereka tidak membiarkanmu memendamkannya di dekat pusara Nabi sampai kalian berperang" (Tahdzibul Kamal).

Dengar tekanan dari Teman dekat yang mulia itu, pada akhirnya al-Husain juga menurut. Dia memakamkan mayat al-Hasan di Baqi, di dekat pusara ibunda mereka, Fathimah az-Zahra.

Di saat beberapa orang akan mensholati mayat al-Hasan, al-Husain menyilahkan Sa'ad bin al-Ash, gubernur Madinah yang diangkat oleh Mu'awiyah menjadi imam. Al-Husain berbicara: "Seandainya ini bukanlah sunnah, pasti saya tidak mintamu maju sebagai imam" (Al Isti'ab). Proses penyemayaman al-Hasan dipenuhi dengan lautan manusia, Baqi sesak penuh sampai tak lagi tersisa tempat untuk seorang juga (Al Bidayah wan Nihayah).

Al-Hasan meninggal dunia di tahun 51 Hijriah dalam umur 48 tahun. Sampai kapan saja, umat Islam selalu berutang budi padanya. Dia pimpinan yang mengibarkan kembali panji persatuan dan berusaha keras dalam membuat perdamaian. Jihadnya ikhlas dan kesabarannya tidak ada tara. Sikapnya jadi panutan dan sinar penerangan jalan. Benar-benar, dia memang pimpinan beberapa pemuda di Surga.

To Top