Dalil Emansipasi Wanita (Wanita Karier) Dalam Islam

Dalil Emansipasi Wanita (Wanita Karier) Dalam Islam

Dalil Emansipasi Wanita (Wanita Karier) Dalam Islam

Lights Islam - dan sebaiknya kamu masih tetap di rumahmu dan jangan sampai kamu berhias dan berlagak laris seperti beberapa orang Usiliyah yang dulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan patuhilah Allah dan Rasul-Nya. Sebenarnya Allah berniat akan hilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan bersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)

Al-Qurthubi memiliki pendapat: "Arti ayat di atas ialah perintah untuk tinggal di dalam rumah. Meskipun redaksi ayat ini diperuntukkan ke istri-istri Nabi, selainnya pada mereka tercakup dalam perintah itu. " Seterusnya, Al-Qurthubi memperjelas jika agama dipenuhi dengan bimbingan supaya wanita-wanita tinggal di dalam rumah dan tidak keluar dari rumah terkecuali karena kondisi genting.

Muhammad Quthub dalam bukunya Ma'rakah at-Taqalid memiliki pendapat jika: "Ayat ini tidak berarti jika wanita jangan bekerja karena Islam tidak larang wanita bekerja. Namun, Islam tidak suka dan tidak menggerakkan hal itu. Islam benarkan mereka bekerja sebagai genting dan tidak menjadikan sebagai dasar".

Dalam bukunya, Syubuhat Haula Al-Islam, Muhammad Quthub lebih jauh menerangkan: "Wanita di awal jaman Islam juga bekerja saat keadaan menuntut mereka untuk bekerja. Permasalahannya bukan berada pada tidak ada atau adanya hak mereka untuk bekerja, permasalahannya ialah jika Islam tidak condong menggerakkan wanita keluar dari rumah terkecuali untuk beberapa pekerjaan yang perlu, yang diperlukan oleh warga, atau atas dasar keperluan wanita tertentu. Misalkan, keperluan untuk bekerja karena tidak ada yang mengongkosi hidupnya atau karena yang memikul hidupnya tidak sanggup memenuhi keperluannya."

Sa‘id Udara memberinya contoh mengenai apakah yang dimaksud dengan keperluan, seperti berkunjung orangtua dan belajar yang karakternya fardu ‘ain atau kifayah, dan bekerja untuk penuhi tuntutan hidup karena tidak ada orang yang bisa memikulnya.

Wallahu A'lam
Sumber: Tafsiran Al-Misbah, vol. 10, hal. 468-469

Posting Komentar

0 Komentar

To Top